Kampanyekan Bank Sampah di Kalurahan Wijimulyo

KKN ITNY (Institut Teknologi Nasional Yogyakarta) bekerjasama dengan Pemerintah Kalurahan Wijimulyo Kapanewon Nanggulan menggelar acara sosialisasi pengelolaan sampah secara mandiri melalui Bank Sampah. Acara tersebut diselenggarakan pada Kamis Tanggal 6 Februari 2020 bertempat di Balai Pertemuan Kalurahan Wijimulyo. Hadir pada kesempatan tersebut Carik Wijimulyo beserta Pamong Kalurahan Wijimulyo, Tim Penggerak PKK, Kader, dan Pegurus Bank Sampah Cepitan.

Hendri Tri Purnomo selaku Koordinator KKN ITNY mengatakan bahwa salah satu program kerjanya adalah sosialisasi pengelolaan sampah secara mandiri melalui bank sampah. Program tersebut mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kalurahan Wijimulyo Kapanewon Nanggulan yang telah memfasilitasi terselanggaranya kegiatan tersebut diantaranya adalah dengan diperbolehkannya menggunakan gedung pertemuan Kalurahan Wijimulyo sebagai tempat penyelenggaraan sosialisasi.

Carik Wijimulyo dalam sambutannya mengulas tentang beberapa sampah yang tidak bisa didaur ulang yang berakibat akan menimbulkan banyak masalah, menekankan perlunya membangun kesadaran dari masing-masing personal/individu untuk mengelola sampah secara benar dimulai dari tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakar sampah, memilah sampah disetiap rumah tangga, sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos sedangkan sampah an organik bisa dibuat kerajinan atau dijual ke pengepul. Kalurahan Wijimulyo baru mempunyai satu rintisan bank sampah yakni Bank Sampah Cepitan yang dalam kegiatannya belum optimal terlebih dalam mempublikasikannya. Kehadiran Bank Sampah Dhuawar Sejahtera diharapkan mampu memberikan sosialisasi dan motivasi untuk pertumbuhan dan perkembangan rintisan bank sampah di Cepitan.

Sugiyanto selaku nara sumber dalam sosialisasi sekaligus motivasi dalam acara tersebut mengawalinya dengan menyampaikan landasan hukum dalam mengelola bank sampah seperti yang tercantum dalam Qs. Huud [11] ayat 114 yang artinya Sesunggguhnya amal-amal kebaikan itu akan menghapuskan dosa-dosa, maupun dari peraturan perundang-undangan di Indonesia yakni Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4851), Perda Kabupaten Kulon Progo Nomor 01 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, Perda Kabupaten Kulon Progo Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sehingga menurut Sugiyanto tidak perlu ragu-ragu lagi bahkan takut dalam mengelola sampah, karena kegiatan pengelolaan sampah didukung oleh Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah dengan regulasi yang dibuatnya.

Selain aturan tata pengelolaan bank sampah yang jelas seperti buku administrasi yang minimal harus dimiliki diantaranya adanya buku penjualan, buku rekening tabungan nasabah dan buku kas umum. Sugiyanto menambahkan perlunya inovasi dalam mengolah sampah baik organik maupun an organik seperti yang sudah dilakukan Bank Sampah Dhuawar Sejahtera diantaranya hasil penjualan sampah oleh nasabah setelah dikurangi bagi hasil selain untuk tabungan hari raya mulai Tahun 2019 juga sebagai tabungan pbb (pajak bumi dan bangunan), mengolah sampah organik seperti buah busuk atau rompesan sayur menjadi pupuk cair atau yang dikenal dengan sebutan MOL (Mikro Organisme Lokal), mengubah pakaian bekas seperti baju bekas, handuk bekas menjadi pot tanaman sehingga mempunyai nilai ekonomi.

Kegiatan yang telah dilaksanakan perlu ditampilkan atau di publish sebagai bentuk promosi untuk menarik minat warga masyarakat agar segera berpartisipasi aktif menjadi nasabah bank sampah dengan melalui media jejaring sosial seperti instagram, facebook, whatsapp dan yang lainnya. Sosialisasi secara langsung pada pertemuan-pertemuan dasawisma, pertemuan PKK, pertemuan RT sangatlah membantu untuk mempromosikan keberadaan bank sampah kepada warga masyarakat.

Perlunya juga penekanan dalam mengurangi penggunaan bungkus plastik dalam penyajian makanan baik di pertemuan rapat-rapat maupun ditempat hajatan dengan menggunakan alat saji selain plastik sebagai bentuk perwujudan dalam pelestarian kearifan lokal. Penyajian makanan ketika ada kunjungan tamu di Pedukuhan Kroco Kalurahan Sendangsari sudah mulai menggunakan alat saji dari anyaman lidi dengan daun jati sebagai alasnya. Penggunaan daun jati sebagai alas penyajian makanan membuat kagum menarik perhatian para tamu karena ada sensasi yang berbeda terlebih pada rasa makanan.

Diakhir pemaparan yang membuat menarik perhatian peserta sosialisasi adalah pemaparan harga sampah yang selalu update dari mitra bank sampah Dhuawar Sejahtera yakni UD Margorosok dari Segoroyoso Pleret Bantul. Sugiyanto meminta KKN ITNY membantu mensosialisasikan atau mengkampanyekan Bank Sampah sehingga di Kalurahan Wijimulyo bisa segera berdiri bank sampah dan tumbuh berkembang mampu membantu mengatasi permasalahan sampah. (s-od).

Menggugah semangat di Bank Sampah Sapu Jagad

Bank Sampah Sapu Jagad Plugon (SJP) berdiri pada 3 September 2014 yang beralamatkan di Pedukuhan Plugon Rt 03 Rw 01 Kalurahan Donomulyo Kapanewon Nanggulan telah menjalankan kegiatannya dalam penangangan pengelolaan sampah secara mandiri. Kegiatan Bank Sampah tersebut diprakarsai oleh PRISMA yakni kelompok pemuda Pedukuhan Plugon dan mendapatkan dukungan dari masyarakat salah satunya Mbah Atemo yang mana telah merelakan bangunan bekas tempat penggilingan padinya seluas 8x 4 M2 untuk ditempati kegiatan bank Sampah.

Direktur Bank Sampah Sapu Jagad Plugon Dewi Ristiani mengatakan bahwa didirikannya Bank Sampah Sapu Jagad Plugon adalah untuk membangun sinergi menuju pedukuhan Plugon sadar mengelola sampah sehingga lingkungan menjadi bersih juga menjadikan sampah sebagai bentuk investasi. Pengelolaan sampah yang dilakukan selain mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos juga membuat beraneka macam kerajinan daur ulang sampah yang tentunya akan menambah pendapatan nasabah. Hal yang terpenting menurut Dewi Ristinai adalah mengedukasi pembelajaran untuk mengubah karakter masyarakat dalam mensikapi sampah.

Seiring berjalannya waktu terlebih karena berbagai kesibukan pengurusnya dan menurunnya daya tarik masyarakat terhadap kegiatan Bank Sampah Sapu Jagad Plugon, menurut Dewi Ristiani perlu diadakan sosialisasi kembali dan motivasi tentang pengelolaan sampah untuk menggugah membangkitkan semangat baik semangat pengurusnya maupun masyarakat di Pedukuhan Plugon. Melihat keadaan inilah Resiana Febrianti selaku ketua Kelompok 37 KKN ITNY bersama rekan-rekannya melalui salah satu program kerjanya ingin membangkitkan lagi semangat pengurus dan nasabah dalam menangani pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Sapu Jagad Plugon dengan mengadakan sosialisasi sekaligus motivasi pengelolaan bank sampah dengan menghadirkan nara sumber Direktur dan Penasehat Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera dari Pedukuhan Kroco Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pengasih Kabupaten Kulon Progo.

Sosialisasi sekaligus motivasi tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 01 Februari 2020 bertempat di gedung PAUD Kenanga Pedukuhan Plugon. Turut sebagai peserta adalah Ibu-ibu PKK dan Ibu-ibu Kader se Pedukuhan Plugon. Sugiyanto selaku nara sumber mengawali pemaparanya dengan menyampaikan landasan hukum dalam mengelola bank sampah seperti yang tercantum dalam Qs. Huud [11] ayat 114 yang artinya Sesunggguhnya amal-amal kebaikan itu akan menghapuskan dosa-dosa, maupun dari peraturan perundang-undangan di Indonesia yakni Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4851), Perda Kabupaten Kulon Progo Nomor 01 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, Perda Kabupaten Kulon Progo Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sehingga menurut Sugiyanto tidak perlu ragu-ragu lagi bahkan takut dalam mengelola sampah, karena kegiatan pengelolaan sampah didukung oleh Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah dengan regulasi yang dibuatnya.

Selain aturan tata pengelolaan bank sampah yang jelas seperti buku administrasi yang minimal harus dimiliki diantaranya adanya buku penjualan, buku rekening tabungan nasabah dan buku kas umum. Sugiyanto menambahkan perlunya inovasi dalam mengolah sampah baik organik maupun an organik seperti yang sudah dilakukan Bank Sampah Dhuawar Sejahtera diantaranya hasil penjualan sampah oleh nasabah setelah dikurangi bagi hasil selain untuk tabungan hari raya mulai Tahun 2019 juga sebagai tabungan pbb (pajak bumi dan bangunan), mengolah sampah organik seperti buah busuk atau rompesan sayur menjadi pupuk cair atau yang dikenal dengan sebutan MOL (Mikro Organisme Lokal) dengan perpaduan 1 kg sampah, 1 liter air dan 2 ons gula jawa. Mengubah pakaian bekas seperti baju bekas, handuk bekas menjadi pot tanaman sehingga mempunyai nilai ekonomi.

Kegiatan yang telah dilaksanakan perlu ditampilkan atau di publish sebagai bentuk promosi untuk menarik minat warga masyarakat agar segera berpartisipasi aktif menjadi nasabah bank sampah dengan melalui media jejaring sosial seperti instagram, facebook, whatsapp dan yang lainnya. Sosialisasi secara langsung pada pertemuan-pertemuan dasawisma, pertemuan PKK, pertemuan RT sangatlah membantu untuk mempromosikan keberadaan bank sampah kepada warga masyarakat.

Perlunya juga penekanan dalam mengurangi penggunaan bungkus plastik dalam penyajian makanan baik di pertemuan rapat-rapat maupun ditemat hajatan dengan menggunakan alat saji selain plastik sebagai bentuk perwujudan dalam pelestarian kearifan lokal. Penyajian makanan ketika ada kunjungan tamu di Pedukuhan Kroco Kalurahan Sendangsari sudah mulai menggunakan alat saji dari anyaman lidi dengan daun jati sebagai alasnya. Penggunaan daun jati sebagai alas penyajian makanan membuat kagum menarik perhatian para tamu karena ada sensasi yang berbeda terlebih pada rasa makanan.

Hal lainnya yang sangat menarik perhatian peserta sosialisasi adalah pemaparan harga sampah yang selalu update dari mitra bank sampah Dhuawar Sejahtera yakni UD Margorosok dari Segoroyoso Pleret Bantul. Barang rongsok yang tidak diterima oleh pengepul mitra Bank Sampah Sapu Jagad Plugon ternyata banyak yang diterima oleh pegepul UD Margorosok. Pada akhir pertemuan Sugiyanto meminta KKN ITNY membantu mensosialisasikan atau mengkampanyekan Bank Sampah Sapu Jagad Plugon dengan bentuk tulisan ataupun video terkait profil bank sampah Sapu Jagad Plugon. (s-od).

SDN Brosot belajar membuat jamu di Taman Toga Kenanga Kroco

SDN Brosot yang beralamatkan di Pedukuhan Klampok Dk IV, Desa Brosot, Kecamatan Galur mengadakan kegiatan pembelajaran diluar kelas (outing class) pada Rabu 18 Desember 2019 di Taman Toga PKK Kenanga Pedukuhan Kroco Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo yang diterima oleh Ketua dan Pengurus Taman Toga PKK Kenanga Kroco di Joglo Bantala Abyudaya.

Peserta outing class adalah seluruh siswa kelas 5a-b, wali kelas, guru pembiming ekstrakurikuler. Bapak Bardi Purnomo, S.Pd. selalu Kepala Sekolah SDN Brosot mengatakan bahwa maksud dan tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk mengembangkan potensi kearifan lokal melalui pembelajaran diluar kelas untuk ekstrakurikuler jamu di SDN Brosot mendasar pada penerapan RKAS SDN Brosot Tahun Anggaran 2019 menunjang kegiatan ekstrakurikuler.

Peserta dengan antusias mengikuti semua acara mulai dari proses pembuatan jahe instan yang disampaikan oleh Ibu Kemirah dimulai dengan menunjukan bahan yang dibutuhkan , alat yang digunakan serta praktek proses pembuatan jahe instan, dilanjutkan Ibu Astuti yang menerangkan pembuatan beras kencur diawali dengan menunjukan bahan yang dibutuhkan, alat yang digunakan dan proses pembuatan beras kencur. Selain mendengarkan pemaparan dari pengurus toga tentang pembuatan jamu, peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba praktek membuat jamu tersebut bahkan peserta bisa menikmati hasilnya dengan meminum jamu tersebut seketika.

Peserta selanjutnya diantar untuk melihat taman toga PKK Kenanga Kroco dengan berjalan kaki sejauh 500 m kearah timur laut dari Joglo Bantala Abyudaya. Bapak Slamet Supriyono memberikan keterangan bahwa di taman toga tersebut ada 100 lebih jenis tanaman obat keluarga yang bibitnya dulu didapatkan secara swadaya dan mandiri oleh pengelola taman toga. Taman toga PKK Kenanga juga mendapatkan pembinaan dari PT Naturindo Fresh yang terletak di Pedukuhan Secang Desa Sendangsari. Taman toga PKK Kenanga Kroco pada tahun 2019 mendapatkan predikat taman toga asuhan mandiri terbaik tingkat Kabupaten Kulon Progo dan Predikat Harapan 2 tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peserta kembali ke Joglo Bantala Abyudaya untuk mengikuti materi terakhir yaitu pijat akupresur yang disampaikan Bapak Nugoroho. Tim akupresur taman toga PKK Kenanga Kroco telah mendapatkan pembinaan dari Puskesmas Pengasih I. Salah satu pijat akupresur yang disampaikan adalah pijat ketika seseorang mengalami kecapaian. s-od.

MOL Dibuat, Tanaman Sehat

Bank sampah yang tergabung dalam jejaring pengelolaan sampah mandiri (JPSM) Kecamatan Pengasih pada hari Selasa tanggal 8 Oktober 2019 bertempat di Bank Sampah Dhuawar Sejahtera mengadakan pelatihan untuk yang kedua kalinya setelah sukses mengadakan pelatihan yang pertama kalinya pada tahun 2018 yang lalu dalam pembuatan pupuk cair yang disebut Mikro Organisme Lokal (MOL). Selain dihadiri dari pengurus bank sampah, turut hadir pada acara tersebut Kaur Perencanaan dan Keuangan Desa Sendangsari, Bhabinkamtibmas Desa Sendangsari, Ketua tim penggerak PKK Desa Sendangsari dan Pendamping Kampung KB Karangsari.

Nara sumber adalah Aipda Feri Novbrito Bhabinkamtibmas Desa Nomporejo Kecamatan Galur. Menurut Aipda Feri Novbrito pada prinsipnya dalam membuat MOL bahan utamanya terdiri dari tiga jenis komponen yaitu : (1) Karbohidrat/media seperti air cucian beras, nasi bekas, singkong, kentang, gandum (2) Glokusa seperti cairan gula merah, air kelapa/nira (3) Sumber bakteri seperti keong mas, kulit buah-buahan, kotoran hewan atau apapun yang mengandung sumber bakteri (BPTP Kalimantan Tengah, 2011).

Mikro Organisme Lokal dengan Bonggol Pisang mengandung (unsur P), Sabut Kelapa mengandung (unsur K), Buah-buahan mengandung (unsur P), Keong mas mengadung (usnur N) tambah Aipda Feri Novbrito menjelaskan. Bahan yang sudah disiapkan saat pelatihan adalah buah-buahan maka selanjutnya adalah pembuatan MOL yang mengandung unsur P.

Bahan praktek yang sudah disiapkan adalah  1 kg buah belimbing, 1 liter air dan 200g gula jawa. Proses pembuatan adalah haluskan limbah buah belimbing dengan ditumbuk atau diparut atau diblender atau diiris kecil-kecil. Masukan kedalam toples plastik atau kaca yang kedap udara. Tambahkan air bersih/air kelapa dan gula jawa. Aduklah semua bahan hingga tercampur merata. Tutuplah toples, semua bahan kemudian difermentasi selama satu/dua Minggu sebelum digunakan.

Mikro Organisme Lokal (MOL) berhasil apabila tumbuh jamur dan aromanya wangi seperti aroma tape. Aipda Feri Novbrito juga menjelaskan bahwa MOL bisa digunakan untuk pengomposan dengan menyemprotkan ke bahan-bahan yang dikomposkan, sedangkan untuk penyemprotan kedaun tanaman, ciaran MOL setelah diencerkan dengan campuran air bisa disemprotkan ke permukaan daun. Penyemprotan bisa dilakukan setiap pagi hari atau sore hari, dilakukan selang dua Minggu.

Febriyanti telah membuktikannya dalam merawat tanaman sayur dan buah di lahan pekarangan rumahnya. Tanaman buncis, kacang panjang, cabe, sawi, tomat, seledri, strawberry yang disemprot dengan MOL ternyata pertumbuhan cepat dan tidak terserang hama alias sehat. (s-od).

Studi Orientasi Bank Sampah Beringin di Bank Sampah Dhuawar Sejahtera

Bank Sampah Beringin yang beralamat di Pedukuhan Ringinardi Desa Karangsari Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo telah membentuk kepengurusan pengelola bank sampah pada 30 September 2017 yang lalu. Pengurus Bank Sampah Beringin terdiri dari Dukuh Ringinardi sebagai Pelindung, Murtinem selaku Direktur, Wati selaku Wakil Direktur, Priyo S sebagai Sekretaris, Suwartinah sebagai Wakil Sekretaris, Maryanti sebagai Bendahara, Muriyani sebagai Seksi Pemilahan, Suyamti sebagai Seksi Penimbangan, Puji Martuti sebagai Seksi Pencatatan, Joko Pamungkas sebagai Seksi Produksi dan Seksi Pemasaran yakni Joko Suyono.

Program atau rencana kegiatan yang pertama kali dilakukan adalah upaya untuk menguatkan kapasitas pengurus dalam mengelola bank sampah dengan melakukan kunjungan atau studi orientasi ke Bank Sampah Dhuawar Sejahtera. Kunjungan studi orientasi dilaksanakan pada 1 Oktober 2019 dan didampingi Rusnawati dari PLKB Pengasih yang mana juga selaku pendamping Kampung KB Desa Karangsari. Harapan dari kunjungan studi orientasi ini menurut Rusnawati adalah untuk mengambil contoh positif dari manajemen pengelolaan Bank Sampah Dhuawar Sejahtera dalam hal administrasi, semangat dan pengalaman dalam mengedukasi masyarakat agar peduli untuk mengelola sampah dan selanjutnya Bank Sampah Beringin agar segera merealisasikan pengelolaan bank sampah diwilayahnya sehingga yang dulunya sampah tidak ada nilai jualnya kedepan akan membawa manfaat dan berkah baik untuk pengelola maupun warga masyarakat disekitarnya.

Febriyanti selaku Direktur Bank Sampah Dhuawar Sejahtera merasa senang mendapat kunjungan dari pengurus Bank Sampah Beringin. Kunjungan diawali dengan melihat sarana pra sarana yang ada seperti gedung bank sampah, alat pengepres dan alat pencacah botol plastik, kendaraan roda tiga, timbangan digital duduk, serta sebuah alat khusus pencacah plastik kresek bantuan dari Kementrian PUPR Direktorat Jendral Bina Marga. Febriyanti juga memaparkan bagaimana proses awalnya pengumpulan sampah. Nasabah menyetorkan sendiri sampah yang telah dipilah dari rumah masing-masing nasabah, namun sekarang setelah ada kendaraan roda tiga, petugas akan keliling mengambil sampah kerumah nasabah sesuai titik kumpul yang disepakati setiap sebulan sekali pada minggu ke tiga sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Sampah yang telah diambil tadi sesampainya di Bank Sampah Dhuawar Sejahtera akan dipilah lagi jika masih tercampur namun jika sudah betul-betul benar pemilahanya maka langsung akan di timbang dan hasilnya dicatat dalam buku penjualan. Bank sampah induk maupun bank sampah unit binaan dari Bank Sampah Dhuawar Sejahtera sama dalam proses bagi hasil penjualan yakni 10% : 90% artinya hasil total penjualan sampah akan dikurangi 10% untuk kas operasional bank sampah. Hasil penjualan sampah setelah dikurangi 10% selanjutya ditabung dan akan dibagi setiap menjelang hari raya idul fitri dan setiap pembayaran pajak bumi dan bangunan. (s-od)

BSI Dhuawar Sejahtera Menerima Kunjungan dari KLHK P3E Jawa

Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa atau yang disingkat P3E Jawa yang beralamat di Jl. Ringroad Barat No. 100, Nogotirto, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Jumat tanggal 27 September 2019 yang lalu telah berkunjung ke Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera yang ada di Pedukuhan Kroco Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo.

Ibu Sumartina selaku Kepala Bagian Evaluasi Tindak Lanjut P3E Jawa dan Bapak Yani Prihatmoko selaku Pengolah Data Evaluasi Tindak Lanjut P3E Jawa dalam kunjungannya didampingi oleh Ibu Rr. Heni Hernawati, SP., MSi. selaku Kabid Tata Lingkungan DLH Kulon Progo dan Ibu Rita Kusmiyati, S.Si., selaku Kasi Pelestarian Lingkungandan Peningkatan Kapasitas DLH Kulon Progo langsung meninjau sarana pra sarana yang ada di Bank Sampah Dhuawar Sejahtera. Bank Sampah Dhuawar Sejahtera sudah memiliki sebuah gedung yang sangat representatif, ada ruang rapat, ruang publik, toilet, gudang. Bank Sampah Dhuawar Sejahtera juga memiliki sebuah kendaraan roda tiga untuk mengambil sampah dari rumah-rumah nasabah, juga memiliki sebuah alat pengres manual, alat pencacah botol plastik serta timbangan digital yang kesemuanya adalah bantuan DLH KP. Kementrian PUPR Direktorat Jendral Bina Marga juga memberikan sebuah alat khusus pencacah plastik kresek yang diberikan ketika itu bersamaan peresmian Bank Sampah Dhuawar Sejahtera dan Launching program cacahan plastik kresek untuk campuran aspal oleh Bapak Drs Sutejo Wakil Bupati Kulon Progo.

Ibu Sumartina menuturkan maksud dan tujuan kunjungan dari P3E Jawa ke Bank Sampah Dhuawar Sejahtera adalah dalam rangka pengumpulan data informasi terkait penyusunan rekomendasi kebijakan pengelompokan bank sampah sebagai insentif penguatan kelembagaan menuju Indonesia bebas sampah tahun 2025. Keberadaan Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera yang berada di Pedukuhan Kroco Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo diketahui P3E Jawa awalnya dari media massa dan ditindaklanjuti menggali informasi di Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo dan akhirnya melakukan groundcek dilapangan yakni Bank Sampah Dhuawar Sejahtera.

Direktur Bank Sampah Dhuawar Sejahtera Ibu Febriyanti menambahkan informasi bahwa Bank Sampah Dhuawar Sejahtera yang berdiri sejak tahun 2016 silam, kini telah memiliki 14 unit Bank Sampah Binaan yang sampai saat ini semua aktif dalam pengelolaan sampah. Bank sampah unit binaan sejumlah 13 unit berada di Desa Sendangsari dan 1 unit di Desa Margosari. Mitra bank Sampah adalah UD Margo Rosok dari Segoroyoso, Pleret, Bantul. Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera selalu mengadakan koordinasi terkair dengan rencana program dan kendala yang dihadapi melalui rapat asosiasi yang rutin diselenggarakan setiap sebulan sekali.

Sampah yang telah dikumpulkan oleh Bank Sampah Unit tidak peru dibawa ke Bank Sampah Induk namun dikumpulkan di masing-masing Bank Sampah Unit. Pengepul selaku Mitra Kerja Sama akan datang ke masing-masing sekretariat Bank Sampah Unit untuk mengambil sampah sesuai waktu yang telah disepakati penjadwalannya. Kegiatan penyetoran sampah dari nasabah dilakukan pada jadwal yang telah ditetapkan antara Pengepul dan Bank Sampah sehingga tidak ada tumpukan sampah di Bank Sampah Unit, terlebih yang sangat menyenangkan adalah pembayaran sampah dilakukan tunai. Uang penjualan sampah juga langsung dikelola oleh masing-masing Bank Sampah Unit dan inilah sebuah kepercayaan yang diberikan dari Bank Sampah Induk kepada Bank Sampah Unit. Bank Sampah Induk akan selalu mendapat laporan perkembangan nasabah maupun perkembangan penjualan sampah (jumlah kilogram sampah dan jumlah rupiah uangnya). (s-od)

Gerakan Dasa Wisma Gropyok Sampah di Pedukuhan Kroco

Gerakan Dasawisma Gropyok Sampah atau yang disingkat gerdawis gropah di Pedukuhan Kroco sudah lama dicanangkan dan telah dilaunching ketika Lomba HKG PKK KB Kes tingkat DIY pada 6 November 2018 yang lalu. Kegiatan gerakan dasawisma gropyok sampah dilaksanakan sesuai kesepakatan masing-masing dasawisma yakni setiap seminggu sekali, ada yang hari Jumat sore ada pula yang setiap Ahad pagi.

Gerdawis gropah yakni merupakan gerakan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan yang teroganisir dari tingkat dasawisma yang sangat dirasakan manfaatnya. Selain bisa membangun komunikasi dan kerjasama antara sesama anggota dasawisma, juga terbangunnya rasa tanggungjawab terhadap kebersihan lingkungan disekitarnya. Anggota dasawisma juga teredukasi tentang pengelolaan sampah yang dibenarkan baik organik maupun an organik.

Sampah organik berupa dedaunan kering yang berserakan disekitar rumah atau pekarangan yang dulunya hanya dibakar kini secara perlahan sudah mulai dimanfaatkan untuk bahan pembuatan pupuk organik. Kegiatan pembuatan pupuk organik sudah dilakukan di Bank sampah Dhuawar Sejahtera dan di KWT Dhuawar. Warga mulai paham dan mengerti betul pemanfaatan sampah organik setelah mendapatkan pelatihan dari Bapak Teguh (THL TBPP Pengasih) dan Bapak Sudaryono dari Jejaring Lingkungan Hidup Kulon Progo.

Sabtu, 21 September 2019 pada acara pertemuan rutin warga RT 21 seperti biasanya dimulai 20.00 wib, bertempat di rumah Bapak Jemiyo, Sugiyanto selaku penasehat Bank Sampah Dhuawar Sejahtera mengingatkan kembali gerakan tersebut agar tetap dilestarikan, Sugiyanto menambahkan bahwa Senin 23 September 2019 pagi hari akan diadakan verifikasi Adipura tingkat DIY di Bank Sampah Dhuawar Sejahtera, sehingga doa dan dukungan sangat dibutuhkan agar prosesi verifikasi berjalan lancar yang hasilnya akan diumumkan siang hari tanggal itu juga di Kantor DLH Kulon Progo. (s-od)

PKK Desa Sendangsari Mengadakan Pelatihan Membatik

Batik merupakan warisan budaya luhur peninggalan nenek moyang yang telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit. Batik telah diakui dunia bahkan telah dinobatkan/ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan kemanusiaan untuk budaya Lisan dan Non Bendawi. Pertumbuhan usaha/industri batik di Kabupaten Kulon Progo terus memperlihatkan perkembangannya, salah satu motif “batik geblek renteng” viral dan terkenal.

Pada hari Selasa tanggal 17 September 2019 bertempat di Gedung PKK Desa Sendangsari telah diadakan pelatihan membatik. Kegiatan tersebut terlaksana dengan anggaran dari APBDes Tahun 2019. Tuti Handayani selaku Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sendangsari menuturkan bahwa kegiatan pelatihan membatik diikuti oleh 5 orang/utusan dari setiap Pedukuhan dengan menghadirkan nara sumber D Florent Guswati dan Nurkholis yang mana keduanya adalah pendamping desa budaya di Desa Sendangsari. Adapun alat yang digunakan dalam pelatihan ini ialah : canting, kompor minyak kecil, kompor gas, wajan kecil, panci dan ember. Sedangkan untuk bahan yang digunakan kain ukuran taplak meja + desain, malam/lilin, remasol biru dan kuning (untuk warna hijau), waterglass (pengunci warna), air dan minyak tanah.

Didampingi D Floren Gusmawati dan Nurkholis, peserta diajari cara membatik dengan diawali mendesain kain sesuai kreatifitas, memanaskan lilin/malam dengan menggunakan wajan dan kompor kecil, kemudian menorehkan malam/lilin yang sudah mencair dengan menggunakan canting. Untuk proses pewarnaan : campurkan remasol dengan air pada ember, untuk warna sesuai selera, kemudian celupkan kain yang telah dicanting pada cairan pewarna hingga rata, kemudian angin-anginkan. Sedang untuk penguncian warna : kain yang telah diwarna dan sudah kering kemudian dicelupkan pada waterglass yang telah diencerkan pada air hangat, kemudian tunggu kering kembali. Setelah kering, cuci kaing menggunakan air basa hingga licin pada kain hilang. Proses penglorotan/penghilangan malam : rebus air hingga mendidih kemudian masukkan waterglass secukupnya (untuk 10 potong taplak meja bisa menggunakan 1/2 kg waterglass), kemudian aduk hingga rata kemudian masukkan kain sambil diangkat dan diaduk. Setelah melalui proses penglorotan kain kemudian dicuci dengan air biasa kemudian diangin-anginkan.

Tuti Handayani selaku Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sendangsari berharap dengan diadakannya pelatihan membatik ini nantinya ada kelanjutan yakni tumbuhnya industri membatik dengan menampilkan motif potensi yang ada di Desa Sendangari.

Walau Kemarau, KWT Dhuawar Tidak Pernah Galau

Musim kemarau yang berkepanjangan sangat dirasakan dampaknya. Banyak sumber mata air yang mengalami penurunan debit airnya bahkan tidak sedikit pula yang kering habis airnya. Akibatnya banyak tumbuhan yang layu dan menggugurkan daunnya. Pemandangan seperti itu bisa dijumpai setiap tahunnya.

Namun Kelompok Wanita Tani Dhuawar yang berlokasi di Pedukuhan Kroco Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo, senantiasa bersyukur kepada Allah Swt karena dimusim kemarau yang berkepanjangan, sumur-sumur warga disekitar KWT Dhuawar tidak mengalami kekeringan hanya saja terjadi penurunan debit airnya.

Pada Rabu 19 September 2019 pengurus dan anggota KWT Dhuawar secara bergotong royong mengadakan kegiatan pembibitan benih tanaman, penanaman dan penyiraman, serta pemanenan pupuk organik. Suparmi selaku ketua KWT Dhuawar mengajak kepada seluruh anggotanya agar selalu berjiwa telaten dan  open sehingga nanti akan panen. Kekurangan air jangan dijadikan alasan/kendala dalam perawatan Kebun Bibit Desa (KBD). Selama ini kebutuhan air untuk kegiatan KWT diambilkan dengan pompa air dari sumur warga dan disalurkan ke lokasi KWT Dhuawar dengan pipa atau selang air. Suparmi berharap agar kedepan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo bisa memberikan bantuan pompa air diesel karena dirasa lebih hemat dibanding dengan menggunakan pompa air listrik. Apalagi bila ada bantuan untuk pembuatan sumur bor/pantek tentunya akan mencukupi kebutuhan air KWT Dhuawar.

Hadir dalam kesempatan itu, Sugiyanto selaku penasehat KWT Dhuawar meminta untuk mendesain/menata ulang pintu masuk menuju kwt dan pintu keluar dari kwt, sehingga bila ada kunjungan tamu bisa leluasa mengitari kebun bibit desa KWT Dhuawar, juga perlu penataan lahan agar menarik perhatian dengan tanaman pendek sepeti sawi dan loncang ditaruh depan, kemudian ditengah lahan tanaman lombok dan terung, dibelakang untuk lahan tanaman buncis, kacang panjang termasuk kolam untuk lele dan kandang untuk ayam.

Hasil panenan disetiap anggota selain untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga masing-masing, apabila terjadi surplus maka bisa ditabung di Bank Sayur Dhuawar. Setoran sayur mayur dari anggota selain dipasarkan setiap Jumat pagi di halaman Kantor Dinas Bupati Kulon Progo juga disetorkan kepada pedagang sayur keliling yang ada disekitar wilayah tersebut. Hasil penjualan sayur mayur tersebut ditabung di bank sayur Dhuawar dan uang tabungan bisa diambil sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan antara pengelola bank sayur dan nasabah.

Selain kegiatan tersebut diatas, anggota KWT Dhuawar semakin kreatif berinovasi dalam pengolahan pangan lokal, olahan pangan lokal yang sudah ada seperti dawet daun pisang, dan yang paling viral dan terkenal adalah keripik bunga pisang. Untuk mendapatkan rasa yang lezat, olahan dawet daun pisang dan keriping bunga pisang tersebut adalah dari pisang batu atau lebih dikenal dengan istilah pisang kluthuk. Untuk pemesanan keripik bunga pisang bisa menghubungi 085229639293 (Suparmi), sedangkan untuk pemesanan dawet daun pisang silakan menghubungi 085229059305 (Eka Indarwati)

Keberhasilan KWT Dhuawar tidak terlepas dari peran aktif dari berbagai pihak diantaranya Dukuh Kroco, Kepala Desa dan Perangkat Desa Sendangsari, THL TBPP Pengasih, Koordinator Penyuluh Pertanian BP3K Pengasih yang selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dalam memberikan pendampingan maupun pembinaan kegiatan KWT. (s-od)

Pelatihan SIBAKU di Bank Sampah Dhuawar Sejahtera

Bank Sampah yang tergabung dalam asosiasi Bank Sampah se Kecamatan Pengasih mengikuti pelatihan SIBAKU (Sistem Informasi Bank Sampah Kulon Progo) yang diselenggarakan pada Selasa 17 September 2019 dimulai pukul 10.00 wib bertempat di Bank Sampah Dhuawar Sejahtera, Kroco Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo.

Sugiyanto selaku Penasehat Bank Sampah Dhuawar Sejahtera dalam sambutannya sangat mengapresiasi dengan adanya acara pertemuan rutin yang diselenggarakan oleh asosiasi bank sampah se Kecamatan Pengasih. Selain untuk ajang silaturahmi dan membahas problematika/permasalahan yang dihadapi juga bertujuan menambah pengetahuan dalam pengelolaan bank sampah. Dijaman milenial ini pengelolaan bank sampah sudah seharusnya menggunakan teknologi informasi seperti halnya SIBAKU (Sistem Informasi Bank Sampah Kulon Progo).

Ketua Asosiasi Bank Sampah Febriyanti menuturkan bahwa setiap bulannya asosiasi Bank Sampah se Kecamatan Pengasih rutin mengadakan pertemuan bulanan pada setiap hari Selasa pada minggu kedua. Acara pertemuan tidak hanya sekedar pertemuan saja, namun dimanfaatkan betul dengan diisi pelatihan-pelatihan. Pertemuan rutin pada hari ini diisi pelatihan Sistem Informasi Bank Sampah Kulon Progo oleh Sdri Anityas Limnandari dan Sdri Yuliatul Masriroh, keduanya dari Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo.

Adapun materi yang disampaikan antara lain tentang bagaimana caranya bisa mengakses SIBAKU yakni harus masuk ke websitenya Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo dengan mengetik http://dlh.kulonprogokab.go.id dilanjutkan klik login pada SIBAKU kemudian ketik username dan passwordnya lalu klik sign in. SIBAKU merupakan smart aplikasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat/menghubungkan antara pengelolaan bank sampah dengan nasabah dan juga menjadi modul smart city dalam pengelolaan sampah.

Semua peserta sangat senang mengikuti pelatihan SIBAKU karena tidak repot harus menggunakan laptop tetapi cukup dengan handphone android/smartphone saja sudah bisa mengakses aplikasi SIBAKU dan ditambah dengan fitur yang menarik sangat memotivasi semangat dalam melaporkan kegiatan pengelolaan sampah.

Febriyanti menambahkan bahwa sehubungan akan dilaksakannya verifikasi Adipura Tingkat DIY pada Senin 23 September 2019 di Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera maka perlu dukungan dari bank sampah unit se Kecamatan Pengasih agar mengumpulkan laporan hasil penjualan sampah dari bulan Januari sampai dengan bulan Agustus 2019. Terkait permintaan cacahan plastik kresek dari LP2 Desa untuk sample penelitian campuran pembuatan fiber maka bank sampah unit untuk membantu pengadaan bahan baku plastik kresek bekas yang akan diolah/dicacah di Bank Sampah Dhuawar Sejahtera. (s-om).

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai